Luar Biasa ...Lulusan SD Masuk MTs Meraih Medali Matematika Di Korea Selatan

Lulusan SD Masuk MTs Meraih Medali Matematika Di Korea Selatan
Lulusan SD Masuk MTs Meraih Medali Matematika Di Korea Selatan – Madrasah tidak lagi di pandang sebelah mata, banyak prestasi yang sudah di torehkan kanca nasional hingga internasional. Pada tulisan kali ini akan bercerita tentang anak SD yang melanjutkan di Madrasah karena anjuran orang tua nya hingga anaka ini sempat protes, tapi anak ini berhasil meraih medali emas di Korea selatan simak cerita inspiratif ini yang kami kutib http://www.pendidikanislam.id
Usai lulus bangku sekolah SDN 1 Rongtengah Sampang, Amiril Haq mengikuti arahan orangtuanya untuk melanjutkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bustanul Ulum di satu desa di Kabupaten Pamekasan. Setahun kemudian ia membuktikan bahwa pilihan orang tuanya itu sangat tepat. Madrasah mengantarkannya berprestasi keliling dunia.
MTs Bustanul Ulum berada di Kecamatan Waru, daerah pantai utara Pamekasan. Daerah tersebut jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pamekasan. Juga, daerah yang sangat asing baginya karena terbiasa hidup di ibukota Kabupaten Sampang.
Haqi—panggilan akrabnya, termasuk siswa berprestasi di Kabupaten Sampang. Ia pernah mewakili Sampang dalam ajang O2SN di Provinsi Jawa Timur. Kehormatan mewakili kota kelahirannya itu didapatkan setelah keluar sebagai juara pertama O2SN dari ratusan siswa SD se-Sampang.
Tak heran, ketika disarankan melanjutkan sekolah ke MTs Bustanul Ulum, Haqi mengaku sempat protes pada orang tuanya. Satu-satunya alasan ia menerima tawaran orang tuanya, setelah disajikan kliping koran yang memuat prestasi siswa Bustanul Ulum berhasil membawa pulang medali dari ajang Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2011.

Gemar Detektif
Matematika bagi Haqi, seperti jalan hidupnya. Kegemarannya menonton film detektif dalam memecahkan permasalahan, diakuinya mengisi relung inspirasi hidupnya. Keinginan untuk menjadi detektif sangat kuat membara, sehingga ditanam sebagai cita-cita.
“Matematika adalah memecahkan persoalan dengan logika. Sangat menarik untuk mengajak berpetualang sebagaimana cita-cita saya yang ingin menjadi detektif,” ulas Haqi.
Semangat kuat untuk menjadi detektif dengan mempelajari matematika memang tidak sia-sia. Menginjak bangku kelas I MTs Bustanul Ulum, Haqi langsung tampil moncer dari siswa-siswa lainnya. Hanya berselang tiga bulan tercatat sebagai siswa Bustanul Ulum, Haqi sudah terlihat menonjol dengan mengungguli teman-teman di sekolahnya. Haqi akhirnya ditunjuk untuk mewakili MTs Bustanul Ulum dalam ajang olimpiade matematik tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Sumber Bungur.
Pertamakali mewakili MTs Bustanul Ulum, Haqi tidak mampu keluar sebagai juara di tingkat KKM itu. Haqi mengaku sempat kecewa. Pijakan untuk bangkit kegagalan dari ajang Olimpiade Matematika tingkat KKM, diakui Haqi adalah dorongan dari Kepala Madrasah Bustanul Ulum kala, No’man Afandi.
“Kakeh pokok teros ajher paggun juara. Mun tak juara, kettok tang tanang. Kakeh andik kalebbian bisa cepet hapal (Asal terus belajar, kamu pasti juara. Kalau tidak juara, potong tangan saya. Kamu punya sisi lebih, bisa cepat hafal),” ucap Haqi, menirukan perkataan No’man Afandi yang sudah dianggap sebagai orang tuanya.
Apa yang disampaikan No’man Afandi mulai terbukti. Tiga bulan berselang dari olimpiade matematika tingkat KKM, Haqi mulai berprestasi di tingkat Kabupaten Pamekasan. Dalam ajang Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten Pamekasan, Haqi keluar sebagai juara harapan I.
Hanya berselang seminggu dari ujian kenaikan kelas di MTs Bustanul Ulum, Haqi mendapatkan kabar lolos sebagai salah satu peserta World Mathematics Invitational (WMI) yang diadakan oleh Korean Gifted Students Evaluation Association (KGSEA).
Bayang-bayang akan bersaing dengan 700 peserta dari 12 negara peserta, makin membulatkan tekad bahwa ajang WMI bukan sekedar ajang antar-siswa. WMI oleh Haqi ditetapkan sebagai ajang mempertaruhkan nama baik Indonesia.
“Saya menetapkan diri sebagai duta madrasah dan duta Indonesia. Saya makin percaya diri, bahwa saya bisa,” ucap Haqi.
Selain giat belajar, sejatinya Haqi mengaku memikirkan biaya keberangkatannya ke Korea Selatan. Kabar bahwa keberangkatannya ke Korea Selatan tidak dibiayai negara membuatnya sempat gundah. Bayang-bayang gagal berangkat ke Korea Selatan diakuinya sempat menghantui.
Untungnya, biaya keberangkatan ke Korea Selatan sudah ditegaskan oleh pihak madrasah, bahwa akan ditanggung madrasah tempat ia menimba ilmu. Semangat yang sempat pudar kembali membuncah di hatinya. Selama tiga bulan lebih, Haqi terus berkutat dengan rumus-rumus matematika.
Pandangan sebelah mata terhadap siswa madrasah, diakui Haqi sempat dirasakan saat baru dimondokkan ke Bustanul Ulum. Teman sejawatnya di SDN I Rongtengah diakui Haqi sempat menanyakan apa cita-citanya melanjutkan pendidikan ke madrasah. Bahkan, guru semasa di SDN Rongtengah juga sempat menanyakannya.
Namun, pertanyaan yang bernada sangsi dari teman sejawat dan sebagian gurunya di SDN I Rongtengah berubah total setelah Haqi lolos ke ajang WMI. Teman sejawatnya yang semula sering mempertanyakan, ikut mendukungnya dan mengaku bangga. Bahkan, Haqi makin semangat untuk mengkampanyekan madrasah sebagai sekolah terbaik membaca sejarah tokoh muslim yang jadi ahli Matematika.
“Ibnu Sina, Aljabar, dan beberapa tokoh muslim lainnya banyak yang ahli matematika. Cikal bakal matematika adalah di madrasah. Makanya, kami makin bangga dengan madrasah. Itu lah yang sering saya sampaikan pada teman-teman yang sekolah di sekolah umum,” ulas Haqi.
Panitia WMI kala itu, menyajikan sebagian soal dengan bahasa lokal Korea Selatan. Kondisi itu diakui Haqi sempat membuatnya panik. Bahkan, rasa kecewa sempat hadir ketika membaca soal-soal yang disajikan.
Meski harus dihadapkan dengan sebagian soal yang menggunakan Bahasa Lokal Korea Selatan, Haqi ternyata mampu menjawab tantangan dengan baik. Haqi mampu menjadi salah satu peserta yang berhasil meraih medali perunggu. Haqi mampu menjadi salah satu yang terbaik dari 700 peserta yang berasal dari 12 negara.
Haqi memang patut berbangga. Sebab, raihan medali perunggu di ajang World Mathematics Invitational (WMI) yang diselenggarakan oleh Korean Gifted Students Evaluation Association (KGSEA) menjadi simbol keberhasilan siswa madrasah di bidang sains.

Pulang dengan Kawalan Konvoi
Sejatinya, raihan Amiril Haq di ajang WMI adalah raihan kesekian kalinya yang ditorehkan siswa MTs Unggulan Bustanul Ulum, Tagangser Laok, Waru. Sebelumnya, terdapat lima siswa yang sudah mengawali tradisi meraih medali di ajang kompetisi matematika tingkat internasional.
Sebelumnya, sebanyak tiga siswa Bustanul Ulum berhasil meraih medali perunggu di Beijing, Cina. Disusul, dua siswa kembali mendapat perunggu di India. Raihan yang diukir Amiril Haq di ajang bergengsi WMI yang digelar di Seoul, Korea Selatan pada 14-18 Agustus 2013 itu menjadi saksi rentetan prestasi yang telah dipersembahkan siswa-siswi MTs Bustanul Ulum untuk Indonesia.
Untuk mengapreasi prestasi yang telah diraih oleh siswanya, MTs Unggulan Bustanul Ulum menggelar penyambutan khusus. Bentuk sambutannya pun khas sebagaimana dilakukan warga Madura. Yakni, mengarak siswa berpretasi dengan konvoi dari Ibu Kota Kabupaten hingga ke Madrasah.
Khusus tradisi arak-arakan dengan sepeda motor ini, masyarakat Madura menganggap sebagai ritual penyambutan orang suci dan pembesar negara. Arak-arakan di Madura, bisa dilakukan guna menyambut kedatangan jamaah haji, kedatangan ulama yang diundang khusus untuk berceramah atau kedatangan pejabat negara yang sangat dihormati.
Nah, kedatangan putra dari pasangan Moh Ramli dan Siti Khoiriyah dari Kota Pemekasan ke sekolah tercinta diarak dengan puluhan kendaraan. Tak hanya siswa, sejumlah warga terlibat dalam arak-arakan tersebut. Termasuk jajaran muspika Pamekasan. Haqi   memang pantas mendapatkan kehormatan itu, karena ikut serta membawa nama baik MTs Bustanul Ulum.
Saat acara penyambutan tersebut, siswa-siswi berbaris menggelar selebrasi musik ul-daul, hadrah, dan drum band. Aksi tersebut digelar di depan MTs Unggulan Bustanul Ulum. (Red: Anam)


Sumber : http://www.pendidikanislam.id/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel