DPR USULKAN TIGA BULAN SEKALI DIADAKAN UJIAN CPNS

Sahabat Infos87 yang berbahagia, ada kabar yang bagus seputar CPNS tahun 2015, karena ada anggota DPR yang mengusulkan bahwa penerimaan CPNS akan di  gelar tiga bulan sekali, simak berita selengkapnya

Sebagaimana yang telah diumumkan beberapa bulan yang lalu bahwa Pemerintah akan kembali melakukan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Tahun Anggaran 2015. Penyeleksian ini dibuka untuk jalur umum dan jalur honorer kategori II.

Berdasarkan rencana bahwa formasi jabatan akan ditentukan pada bulan Juli mendatang sedangkan tes akan dilaksanakan pada bulan Agustus dengan menggunakan sistem Computer Asisted Tes (CAT).

Penerimaan CPNS yang selama ini digelar sekali dalam setahun dinilai memberikan peluang bagi kepala daerah merekrut pegawai baru seperti tenaga honorer. Selain menyita uang APBD, pegawai baru ini akan meminta diangkat CPNS.

“Kalau pemerintah ingin menghilangkan pegawai di luar PNS, harus diubah sistem rekruitmennya,” kata Bambang Riyanto, anggota Komisi II DPR kepada JPNN, Sabtu (6/6).
Politikus Gerindra ini mengusulkan, penerimaan CPNS dilakukan tiga bulan atau enam bulan sekali. Sebab, setiap bulannya ada PNS yang pensiun. Bila harus menunggu setahun, instansi akan kesulitan menangani jabatan yang ditinggalkan PNS tersebut.

“Rangkap jabatan tidak bisa dihindarkan karena harus menunggu proses rekruitmennya kan. Belum lagi jabatan fungsional yang kosong terpaksa diisi dengan pegawai outsourching,” tuturnya.
Dia menambahkan, sudah saatnya pemerintah merevisi PP rekruitmen CPNS untuk menghindari rangkap jabatan atau pegawai di luar jalur resmi. “UU dan PP yang bikinkan manusia, jadi sistem rekruitmen juga harus bisa diubah,” tandasnya.
(Sumber : www.jpnn.com)

Semoga usulan ini dijadikan pertimbangan dan terlaksanan...........Amin

0 Response to "DPR USULKAN TIGA BULAN SEKALI DIADAKAN UJIAN CPNS"

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung dan membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar, Jangan Lupa Like Halaman FB Info Seputar Madrasah