Curhatan Seorang Operator Sekolah/Madrasah

Curhatan Seorang Operator Sekolah/Madrasah
Curhatan Seorang Operator Sekolah/Madrasah – Selamat Malam sahabat Operator Madrasah atau sekolah, Sudah selesaikah pekerjaan Anda pada malam ini, semua pasti jawabannya belum, karena Operator madrasah atau sekolah selalu bekerja saat orang lain berlibur. Seorang operator madrasah melototi monitor laptop saat teman-temannya nonton sinetron Anak Jalanan, Seorang Operator madrasah selalu di kejar deadline yang harus selesai pada saat itu juga.

Baca Juga 6 Manfaat Positif sebagai Operator Madrasah

Kalau kita mendengar dan melihat apa yang mereka lakukan selaku Operator madrasah, kita akan menganggap para operator madrasah terkesan lebay, mengada-ada, membuat seperti sangat berat pekerjaan mereka, sebenarnya apakah begitu faktanya, kalau Anda mau tau jawabannya apakah mereka yang curhat lewat media social, coba aja Anda gantiin tu operator madrasah kalian.
Disini kami akan mengambil contoh curhatan dari teman kita operator Madrasah yang berasal dari Jawa Tengah

Di akun Facebook Operator ini yang di posting pada tanggal 5 Maret 2016 beliau menulis

“Rumangsane penak po pye dadi operator…. Liyane do turu, operator lembur. Liyane Liburan, operatore menthelengi monitor, lha kok ijeh do iri. Wis gentenono kene”

Terjemahan dalam bahasa Indonesia

“ Dianggap enak apa jadi seorang operator.. yang lain pada tidur, operatornya lembur. Yang lain liburan operatornya melihat monitor, la kok masih pada  iri ya udah sini gantiin”

Mohon maaf jika terjemahannya kurang pas,

Alasan mengapa Anda terpilih jadi operator
Banyak sekali alas an sehingga Anda di pilih menjadi operator. Alasannya apalagi kalau bukan karena guru-guru di sekolah Anda masih gaptek, disamping itu usia mereka yang tergolong sudah tidak muda lagi menjadi pemicu malas bergaul dengan internet bahkan angkat tangan. Sebenarnya kepala sekolah bisa saja mencari tenaga honor untuk diperbantukan menjadi operator sekolah,

Seiring berjalannya tugas menjadi OPS, banyak hal-hal yang kita temukan, suka duka menjadi operator Madrasah.  

1.Sering Pelatihan dan Jalan-jalan (katanya)

Setiap ada program baru, OPS selalu diikutkan dalam pelatihan dan sosialisasi, dari mulai Padamu Negeri, Emis, Simpatika, dan di situlah pekerjaan mulai datang.

2. Upah Yang Minim

Upah yang minim menyebabkan OPS berteriak histeris karena tidak sepadan dengan apa yang dikerjakan. Kalau hanya sekedar input data mungkin bisa diperbaiki, tetapi bagaimana jika proses pengiriman data dengan cara sinkronisasi mengalami kendala, walaupun sudah dilakukan dengan berbagai macam cara tetap saja gagal, gagal dan gagal lagi. Semua itu membuat operator sekolah garu-garuk kepala meskipun tidak gatal, akhirnya untuk mencari celah-celah agar bisa masuk server pusat, begadang pun dilakukan OPS. Namun, sangat disayangkan, kebanyakan guru tidak memahami dan bahkan tidak mau mengerti bagaimana susahnya menjadi OPS. Orientasi mereka hanya pada “uang sertifikasi keluar”, kalau tidak, maka OPS lah yang menjadi sasaran emosi, alhasil umpatan dan cacian pun tidak luput OPS dapatkan.

3. Jaringan Internet Buruk

Jaringan internet yang buruk sangat menjadi hal yang membuat stress para operator apalagi operator yang berada jauh dari perkotaan, yang mana mereka mencari sinyal HP aja sulit.

4. Beban Mental
Seorang Operator Madrasah pasti akan berjuang sekuat tenaga dan pikirannya untuk menyelesaikan pekerjaanya, yang mana rata-rata pekerjaan ini menyangkut tentang nasib Madrasah atau guru yang ada di madrasah tersebut. Maka dari sini Mental seorang operator harus kuat karena bertanggung jawab terhadap madrasah dan guru tersebut.

untuk Anda yang menjadi operator bisa Menulis Susah Duka menjadi Operator di Komentar


Ok Sekian dulu ya,,, tulisan tentang Curhatan Seorang Operator Madrasah “Pahlawan Yang Tak Pernah di Anggap” semoga Anda yang menjadi operator sekolah dapat mengemban amanah dengan baik, Salam Operator Madrasah

8 Responses to "Curhatan Seorang Operator Sekolah/Madrasah"

  1. OPS Itu... Orang Orang sing nrimo pandum.Arep jaluk ongkos piro ra kepenak dwek.. yo nrimo bae di weine piro.. heheheh

    ReplyDelete
  2. saya juga seorang Operator di Madarasah, memamg sangat benar seorang Operator tidak pernah tidur di malam hari, selalu aja lembur apalagi jaringan yang lelet seperti yang saya alami...teman-teman guru yang lain juga tdk pernah mengerti betapa beratnya tanggung jawab seorang operator, ketika terlambat aktif NUPTK/PegID milik mereka lagi-lagi Operator yang disalahkan padahal uang tunjangan sertifikasi dan tunjangan lainnya tak pernah sedikit di sedekahkan kepada operator......andaikan pemerintah mengalokasikan dana Khusus untuk Operator mungkin aja para Operator kurang keluhan, semoga Allah selalu memberikan kesabaran dan ketabahan untuk semua oparator dan dapat naik Gajiiiiiiiii..........

    ReplyDelete
  3. sedih banget jadi Operator.....banyakan lelah dari penghasilan

    ReplyDelete
  4. kasian operator banyakan caepe dari penghasilannya.....
    coba pemerintah mengalokasikan dana khusus operator, sebab operator ibarat mesin yang menyalakan listrik tanpa mesin listrik kagak bisa nyala...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga pemangku kebijakan,, menndengarnya

      Delete
  5. jadi operator, 1 data saja kurang / tidak valid sudah tidak bisa upload, sampai sekarang banyak murid belum kumpulkan fotokopi ijazah dan skhun SD / MI banyak yg sdh tidak terbit dari angkatan kelas 3 tahun ini, tp diminta memasukkan no. serinya, lha darimana dapatnya? rapat operator kabupaten besok pagi. Berusaha dan Banyak berdoa semoga cepat selesai amiin

    ReplyDelete
  6. kapan ya pemerintah juga mau melihat nasib operator khususnya dan pegawai tata usaha honorer pada umumnya. selama ini hanya guru,...guru dan guru yang diperhatikan. seolah-olah hanya guru yang paling berjasa. semoga pemerintah mau membuka mata dalam membuat kebijakan baru...

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah berkunjung dan membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar, Jangan Lupa Like Halaman FB Info Seputar Madrasah